• 23

    Apr

    Mengedit = Menambah Ilmu

    Bagi saya, mengedit adalah kegiatan untuk menambah ilmu baru. Betapa menyenangkan, bukan. :) Gara- gara mengedit naskah tentang budidaya (serta prospek ekonominya juga) nila, itik petelur, jamur, dan saat ini anggrek, saya jadi memiliki banyak referensi akan bisnis di masa tua (dengan asumsi Allah memberikan umur panjang, aamiin) yang akan kami (saya dan suami) geluti. :p Ehm… ^__^ Semangat!!
  • 19

    Jan

    Emang gak Bosan?

    Pertanyaan yang lumayan sering dilontarkan orang- orang pada penulis mungkin adalah ini, “Deuh, nulis mulu, emang gak bosen?” :) Sebenarnya, pertanyaan yang sama juga akan dilontarkan oleh penulis yang tidak hobi masak sama sekali (memasak hanya untuk menjalankan kewajiban) pada pebisnis catering, “Deuh, Bu, tiap hari masak emang gak bosen?” Atau, pertanyaan orang yang hobi bicara pada seseorang yang hobi meneliti (dan profesinya kebetulan peneliti), “Deuh, neliti mulu, emang gak bosen?” :) Ternyata, setiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda. Itu sebabnya tak bisa disamaratakan atau dipukul rata. Beda orang, beda “KEYAKINAN”. :)
  • 3

    Jan

    Kesibukan sebagai Pengobat Luka Hati

    Judulnya cemen menurut saya. ^_^ Beda orang beda cerita. Bagi saya, salah satu cara mengobati hal- hal yang tidak menyenangkan yang pernah membuat kita terguncang adalah dengan sibuk dan sibuk. Itulah mengapa, di beberapa postingan saya terdahulu, saya pernah menulis akan betapa pentingnya seorang wanita yang sudah menikah dan sudah berada di comfort zone, untuk tetap memiliki KESIBUKAN yang positif, apapun itu. Percaya, hal tersebut akan membuat hidup kita menjadi jauh lebih berarti. Pun ketika nanti sudah memiliki buah hati. Alhamdulillah, di awal tahun 2013 ini, saya mengerjakan enam proyek buku (sudah selesai, sedang, dan akan saya tulis). Tentu pekerjaan menulis lain (artikel) yang rutin tidak masuk hitungan. Bagi saya hal tersebut sangat menyenangkan dan menantang. Pun bisa mengobat
  • 5

    Dec
  • 15

    Nov

    Rumah, bukan penjara atau jeruji besi

    Saya sempat tercengang ketika seseorang berkata tentang rumah dan jeruji besi. Ehm… sama halnya ketika seseorang berceloteh tentang pernikahan dan penjara. Wihh… seram… Alhamdulillah (bukan untuk kita), berarti konsep kapitalisme sudah meracuni pikiran kita bila sampai berpikiran seperti itu. Dan, lihatlah, betapa kita sesungguhnya sudah menjadi korban dengan berpikiran seperti itu. Yang menanamkan konsep seperti itu mungkin sekarang sedang makan malam dengan santai, berlibur, dan bersenang- senang. Sedangkan yang sudah teracuni mungkin sekarang sedang galau karena tak bisa melakukan banyak hal. Jadi, siapa yang lugu? Saya lebih senang dengan konsep rumahku surgaku. Kesannya lebih manusiawi. Sedangkan kata- kata seperti “jeruji besi, penjara, dan yang sejenis”
  • 15

    Nov

    Berkantor di Rumah itu Menyenangkan ^_^

    Postingan ini untuk menjawab beberapa komentar tentang apa saja yang bisa kita lakukan di rumah yang bernilai produktif. Sebenarnya, kalau kita mau positif, di dalam dan luar rumah itu sama saja. Toh, sudah ada internet. Jangankan di dalam rumah, di dalam penjara pun asalkan ada internet, kita bisa melakukan apa saja. Tengok saja penjara berkelas “wah” yang beberapa waktu yang lalu sering diekspos :D Saat kita harus berada di rumah atau lebih banyak di rumah, sadarilah satu hal, yaitu mengapa kita melakukannya. Misalnya, saat kita di perantauan dan lingkungan tidak kondusif. Adalah naif dan lugu bila kita menyamakan kondisi tersebut dengan yang ada di kampung. :P Nah, daripada sibuk memikirkan hal- hal yang tak bisa kita lakukan, kenapa tidak sibuk melakukan banyak hal dalam k
  • 17

    Oct

    Keuntungan Suami Lembur

    Banyak di antara ibu- ibu yang saya kenal sering merasa galau ketika suami mereka lembur. Mulai dari galau tingkat biasa hingga akut. Mulai dari sedih karena tak bisa ditemani hingga curiga yang hanya akan menyiksa diri. Ehm… Padahal, bila kita mengambil sisi positifnya, suami lembur itu justru memberikan keuntungan tersendiri bagi kita, istri. Terlebih, bila saat ini kita bekerja dari rumah, yang notabene melakukan semua aktivitas “kantoran” di rumah. Saya sendiri merasakan manfaatnya. Sekadar sharing yang mungkin bisa sedikit bermanfaat. Suami saya mungkin tergolong karyawan yang “hobi” lembur, gak dulu (kantor lama) atau sekarang (kantor baru). Di kantor lama, setiap awal bulan, sudah bisa dipastikan ia akan pulang larut malam karena pekerjaannya yang berh
  • 17

    Oct

    Berbahagialah yang Sudah "Mencuri" Start untuk Bekerja dari Rumah

    Berbahagialah bila Anda sudah mencuri start untuk working at home. Beberapa waktu yang lalu, ketika saya gugling untuk referensi artikel, saya membaca sesuatu yang mungkin sangat menarik bagi anda para “pekerja” rumahan yang baru mulai merintis. Rupanya, trend bekerja dari rumah untuk beragam profesi kian diminati masyarakat Indonesia. Bukankah hal ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Untuk melakukan sesuatu, tak perlu menunggu banyak orang dulu melakukannya. Bila kita yakin, kita bisa memulainya. Mungkin, kita bukanlah pelopor komunitas/ lingkungan yang lebih luas (negara atau dunia). Namun, setidaknya kita sudah menjadi perintis atau pelopor bagi lingkungan di sekitar kita, entah lingkungan keluarga atau pergaulan. Berbahagialah karena Anda bukan follower. Berbahagia
  • 8

    Oct

    Kreatif, Salah Satu Kunci Keberhasilan Bekerja dari Rumah

    Apa resep bekerja dari rumah? Emang bisa dapat duit dari rumah? Bagaimana caranya? Saya masih sering mendengar pertanyaan- pertanyaan tersebut. Seolah- olah, mendapatkan uang dari rumah atau bekerja dari rumah itu adalah hal yang sangat mustahil. WOW, benarkah? Saya juga sering mendapati pertanyaan- pertanyaan seperti ini, “Lhoh, kamu ikutan itu udah lama? Jadi itu udah lama? Gabung di situ sejak kapan?” dan pertanyaan- pertanyaan sejenis. Dari segala jenis pertanyaan yang menghampiri saya tersebut, ada satu kesimpulan yang hampir sama, yaitu masalah kreativitas. Entah, siapa yang salah. Sistem pendidikan yang kurang mengajari kreativitas, atau siapa? Yang jelas, menurut saya pribadi, hambatan bekerja dari rumah mengapa tidak atau belum menghasilkan adalah karena kurang kreati
  • 8

    Oct

    Bekerja Cerdas- Menulis dari Berbagai Penjuru Dunia

    Pagi ini, selesai sarapan dan ngopi, saya melirik sebentar beberapa artikel yang harus saya “babat” habis hari ini. Ehm… menyenangkan rasanya. Saya tetap bisa mencari uang meskipun berada di mana- mana. Seperti saat ini misalnya, ketika saya berada di kampung halaman karena suami sedang pendidikan militer di suatu daerah, saya masih tetap bisa mengakses dan menghandle pekerjaan. Zaman sudah bergeser memang. Dulu, kerja itu ya mobile dari satu tempat ke tempat yang lain. Sehingga, banyak memang wanita yang ingin berkontribusi, berkarya, dan menghasilkan sesuatu, terpaksa harus meredam keinginannya karena beberapa hal, misalnya: ikut suami dinas di tempat terpencil, mengurus anak, mengurus orang tua yang sakit, dll. Itu dulu. Sekarang, bedaa, sangat beda. Kita bisa bekerja
- Next

Author

Follow Me